Program terbaru yang digelar MAQDIS adalah Tas-Q on 7. Sebuah acara ta’lim al-Quran dan Tabligh akbar yang diisi oleh para muballigh handal baik berkaliber lokal maupun nasional. Dengan mengambil tempat masjid Raya Propinsi Jawa Barat yang dulu dikenal dengan sebutan Masjid Agung Alun-Alun Bandung berlokasi di Jl. Alun-Alun Timur Bandung ini menambah maraknya syiar Islam di tengah hiruk pikuk manusia yang menghabiskan akhir pekan di pusat kota.
Tas-Q, nama yang digagas oleh K. H. Saiful Islam Mubarak Lc. M. Ag. menjadi Sebutan yang khas sebagai identitas majlis ta’lim yang diselenggarakan hari Ahad pekan keempat setiap bulan ini memiliki makna berganda. Semula nama ini merupakan singkatan dari Tasawuf Qurani. Disamping singkatan di atas, nama ini pun terambil dari bahasa Arab dalam bentuk Fiil Mudhari (present) yaitu tasqii ( ) yang berarti menyirami, maksud penyelenggaraan acara ini adalah sebagai siraman al-Quran yang menyejukkan Qalbu. Tas-Q ini kemudian dilengkapi oleh para pengurus MAQDIS dengan penambahan on 7, suatu angka yang sudah sangat umum dalam peristilahan ilmu al-Quran, dan sebutan ini merangkum seluruh kegiatan yang menjadi pilot project MAQDIS sebagai lembaga pendidikan yang mengedepankan al-Quran sebagai objek kajiannya. Angka 7 setelah Tas-Q tersebut dimaksudkan Tasawuf Quran, Tahsin Quran, Tahfizh Suwar Quran, Tasmi’ Quran, Tafsir Quran, Tadabbur Suwar Quran dan Tadris Quran. Ini berarti penyelenggaraan majlis ta’lim tersebut dengan menggunakan 7 metode penyampaian yang berkaitan dengan optimalisasi atau mencapai kesempurnaan interaksi dengan al-Quran.
Program ini dikemas menjadi ta’lim bulanan rutin dengan materi yang berkesinambungan untuk menyirami rasa dahaga kaum muslimin akan kandungan dan kedalaman al-Quran. Kegiatan dimulai pagi hari tepatnya pukul 08.00 dengan tasmi al-Quran. Tujuannya adalah membiasakan peserta untuk serius mendengarkan al-Quran dan memperhatikannya karena ia merupakan pembinaan iman dalam ibadah mu’asyarah bil-Quran. Bahkan al-Quran menyebutkan kekhusyuan dalam menyimak dan mendengarkannya merupakan ciri kesempurnaan iman. Acara dilanjutkan dengan kajian tafsir dan tadabbur ayat-ayat pilihan setelah diselingi dengan berbagai informasi yang perlu diketahui oleh peserta ta’lim. Pemateri kajian ini adalah K. H. Saiful Islam Mubarak Lc. M. Ag. yang secara rutin hadir di setiap pertemuan Tas-Q mengawali ta’lim rutin bulanan ini. Kajian tafsir dan tadabbur ayat-ayat pilihan ini memberikan daya tarik tersendiri, sebab disampaikan dengan pembahasan yang mendalam dan berkesinambungan layaknya perkuliahan dan masing-masing peserta mendapatkan makalah atau hand out agar mudah mengikuti materi yang dikaji pada saat itu. Kedalaman bahasa dalam mengkaji ayat-ayatnya pun menjadi faktor utama yang membuat ‘penasaran’ peserta sampai menemukan hakikat keistimewaan dan kedalaman bahasa arab yang sudah Allah persiapkan untuk dipilih sebagai bahasa Al-Quran. Hal lain yang membuat penyampaian materi semakin menarik adalah, pemateri memulainya dengan kajian Tahsin al-Quran. Peserta diajak bersama-sama membaca ayat yang akan ditadabburi bersama pakar Tahsin al-Quran, K.H. Saiful Islam Mubarak Lc. M. Ag,. yang telah bertalaqqi dengan para guru al-Quran di Mesir. Peserta mendapat kesempatan untuk mempelajari ilmu membaca al-Quran dari ‘mulut’ beliau. Sifat kajiannya yang rutin dan berkesinambungan telah mengikat peserta untuk senantiasa menyempatkan hadir di hari ahad pekan keempat setiap bulannya, sebab satu pertemuan saja tertinggal maka akan banyak sekian ilmu yang tersia-siakan.
Satu jam setengah berlalu, kajian pun berakhir. Tepatnya pukul 10.30 dengan selingan dan sedikit informasi yang perlu disampaikan, acara dilanjutkan dengan Tabligh Akbar yang menghadirkan para Ustadz kondang dibidangnya dengan tema-tema kontemporer mengupas permasalahan umat untuk dicarikan solusinya. Tabligh ini menambah gairah dan semangat peserta serta memelihara mereka agar konsisten berada di jalan Dakwah dan Islam. Tema-tema menarik dan kontemporer sengaja dipilihkan agar sesuai dengan tuntutan perkembangan zaman dan informasi yang mendesak untuk dibahas, dikaji dan dicarikan solusi agar setiap muslim dapat menentukan sikap sesuai dengan tuntutan dan tuntunan Allah Swt.
Kajian Tas-Q ini menjadi alternatif ta’lim di ahad pagi yang tidak dapat dilewatkan begitu saja. Satu-satunya ta’lim yang menekankan al-Quran sebagai objek kajian dengan berbagai pola interaksinya merupakan salah satu upaya pembinaan ummat menuju generasi yang Qurani. Terlebih lagi pelaksanaannya ditengah keramaian pusat kota telah memantapkan niat para peserta ta’lim agar istiqamah di jalan ibadah untuk mencapai kenikmatan hakiki di akhirat nanti.







